Kerudung Untuk Rahma


Cerpen Kiriman : Dwi Puji Lestari

senyum

Suatu hari, di sebuah rumah ada perempuan yang bernama Rahma dia seorang  yang cantik, manis, anggun & pintar dia pun banyak di sukai teman-temannya terutama laki-laki karena rambutnya yang terurai bagus tapi sayang Rahma tidak pernah memakai kerudung.

Suatu ketika Rahma melihat temannya potong rambut sampai pendek, Rahma bertanya kepada temannya, “Kenapa rambutmu dipotong, padahal rambutmu sangat bagus?” Temannya menjawab: “Memang kamu tidak tahu sekarang kan lagi zamannya rambut pendek,” Setelah mendengar perkataan temannya dia pun tertarik memotong rambutnya.

“Aku ini cantik, pasti tidak masalah berambut pendek.” Bisik dalam hatinya. Setelah berfikir lama, Rahma pun memutuskan pergi ke salon. Setelah keluar dari salon, tampak seorang perempuan cantik berambut pendek tak lain dia adalah Rahma. “Wah pasti teman-temanku kaget terpesona melihat penampilan baruku.” Ucap Rahma sambil memandangi rambutnya di cermin.

Kini Rahma tak lagi berambut panjang, dia pun memutuskan langsung pulang, namun dia bertemu salah satu temannya yang kaget melihat Penampilan barunya ”Rahma, kenapa dengan rambutmu, sekarang kamu jelek karena kamu berambut pendek.” Rahma pun tak menyangka bukannya pujian yang dia dapat tapi komentar dari temannya itu membuatnya kecewa.  Pada saat itulah dia merasa menyesal telah memotong rambutnya, tapi apa daya ibarat pepatah nasi kini sudah menjadi bubur.

Sesampainya dirumah, Kakaknya kaget dengan penampilan Rahma, “Rahma, apa yang kamu lakukan dengan rambutmu” Rahma hanya tertunduk dengan muka cemberut diapun tak berani berkata lagi yang dia lihat waktu itu hanya pintu kamarnya. Kemudian dia berlari memasuki kamar sambil menangis. Kakaknya coba mengikutinya akan tetapi Rahma mengunci kamarnya. “Rahma kamu pikir dengan rambut pendekmu kamu bisa berbuat sesukamu tidak ada yang suka dengan rambut pendekmu itu termasuk aku kakakmu.” Lantang kakaknya sambil menggedor pintu kamar.

Rahma mengurung diri dikamar, dan tak mampu memandangi rambutnya di cermin. Hari berganti hari, dia menyesal bukan main. Teman-temannya pun kini mulai kurang simpati dengan gaya baru rambutnya. “Aslmkum, Rahma kamu sudah cantik dengan rambut panjangmu, malah kamu potong, aku tidak suka itu” Tulis sebuah SMS temannya. Bukan satu, bahkan dari sekian SMS yang masuk semuanya bernada sindiran temannya akan rambut pendeknya. “Kenapa semua orang tidak menyukai rambut pendekku” Lirih Rahma sambil menangis dan menjambak rambutnya.

Pada hari minggu Rahma pergi ke salon tanpa sepengetahuan kakaknya, dia ingin menyambung rambutnya. Padahal Rahma sudah di beritahu oleh kakaknya, bahwa menyambung rambut adalah perbuatan yang haram tapi dia tidak mengindahkan perkataan kakaknya.

Sslesai dari salon dia pulang kerumah kakaknya sangat marah karena melihat adik perempuan satu-satunya itu kembali berambut panjang, tapi kakaknya berpikir percuma jika memarahi Rahma, karena dia sudah memilih jalan yang salah.

Pagi-pagi sekali Rahma sudah sibuk dengan peralatannya yang aneh-aneh mulai dari lem rambut sampai dengan sisir, selama 2 jam Rahma tidak keluar juga dari kamarnya. Kakaknya pun curiga, akhirnya memaksa masuk kedalam kamar Rahma, kakaknya kaget melihat rambut Rahma yang berantakan karena lem rambutnya bercucuran kemana-mana.

Rahma menangis sambil meminta pertolongan pada kakaknya tapi apadaya kakaknya pun tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya ada satu pilihan tak lain Rahma harus digunduli jika tidak ingin lem rambut membahayakan dirinya. Rahma pun pasrah dan memeluk erat kakaknya. Sang kakak pun tak kuat menahan air mata, melihat keadaan adiknya itu.

Akhirnya rambut Rahma digunduli dia sangat malu untuk keluar rumah. Tetapi kakanya terus menyemangatinya. “Rahma, jangan pernah merasa ini akhir dari segalnya. Sekarang kamu harus memperbaikinya. Aku masih teringat saat kau masih bayi. Ibumu mengendongmu sambil berkata, “Anakku pasti akan terlihat cantik jika suatu hari nanti mengenakan kerudung”. Ceritanya.

Kemudian kakaknya mengambil bungkusan dari dalam lemari dan memberikannya kepada Rahma. “Ini titipan dari Almarhum ibumu.” Rahma membuka bungkusan itu secara perlahan, sebuah kerudung merah dan selembar surat yang ada didalamnya yang kemudian dia baca, ”Anakku, andai ibu bisa bertahan dari penyakit ini aku ingin melihatmu memakai kerudung ini.” Kemudian Rahma menciumi kerudung itu dan memeluk kakaknya. Saat itu Rahma tidak ragu lagi memakai kerudung itu dia berfikir mungkin ini teguran Allah kepada Rahma agar Rahma tidak sombong dengan rambutnya yang bagus. Karena pada dasarnya kecantikan adalah titipan dari Yang Maha Indah.

Rahma tidak malu lagi untuk keluar rumah malah banyak yang bilang “Rahma kamu sekarang lebih cantik memakai kerudung” Rahma sangat senang dan akhirnya dia pun sadar bahwa seorang wanita bisa disebut wanita bila dia memakai kerudung. Setelah kejadian itu Rahma tidak lagi melepas kerudungnya hingga dewasa.

Komentar:

Admin: Mantap, ini cerita yang buatnya kreatif mampu membuat cerita sederhana dengan setting yang lumayan gak kampungan. Bagaimana komen Sahabat? Silahkan tinggalkan komentarnya🙂 ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s