Mawar Untuk Ibu


 

Seorang pria berhenti ditoko untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dipaketkan pada sang ibu yang tinggal sejauh 250 km darinya. Begitu keluar mobilnya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu menanyainya kenapa dan dijawab oleh gadis kecil, “Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya cuma punya uang lima ratus saja, sedangkan harga mawar itu seribu.”

Pria itu tersenyum dan berkata, “Ayo ikut, aku akan membelikanmu bunga yang kau mau.” Kemudian ia membelikannya gadis kecil itu setangkai mawar merah, sekaligus memesankan karangan bunga untuk dikirimkan ke ibunya.

Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantar gadis kecil itu pulang ke rumah. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya, “Ya tentu saja. Maukah anda mengantarkan ke tempat ibu saya?”

Kemudian mereka berdua menuju ke tempat yang ditunjukan gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum, dimana lalu gadis itu meletakan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah.

Melihat hal ini, hati pria itu menjadi trenyuh dan teringat sesuatu. Bergegas, ia kembali menuju toko bunga tadi dan membatalkan kirimannya. Ia mengambil karangan bunga yang dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250 km menuju rumah ibunya.
(diadaptasi dari: Rose for Mama – C.W.Mc Call)

Renungan:
Sahabatku, coba sejenak kita renungkan, kosongkan pikiran anda dari pikiran tentang kesibukan anda, pekerjaan anda, bisnis anda, kolega anda. Coba tanya diri ini masing-masing. Siapa sosok dibalik kesuksesan anda selama ini. Siapa yang rela kehabisan darah hanya untuk melahirkan anda. Siapa yang susah payah mengajarkan anda berjalan sehingga anda bisa berjalan seperti sekarang ini. Siapa yang mengajarkan bicara sehingga anda bisa fasih berbicara.

Sebelum terlambat kita menyadarinya. Sebelum waktu menggilas kelalaian kita akan kasih sayang Ibu. Apa yang bisa kita lakukan?. Berlari, hampiri, ciumi kaki dan minta maaf kepada ibu. Sesukses apapun kita, tak akan berarti tanpa restu darinya.

“Ya Allah, ampunilah dosa kedua orangtuaku. Sayangilah mereka seperti mana mereka menyayangiku selagi kecil”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s