Arsip untuk ‘Cerpen’ Kategori

SIBUK

Posted: Januari 17, 2013 in Cerpen
Tag:, , , , , ,

Cerpen Kiriman : Rahma Fuji Lestari 
KArimunDi sudut kelas  SMA proklamasi  di salah satu sekolah di daerah bogor jawa barat itu Nadine cewek manis itu terduduk sendiri, pasalnya doi lagi bête karena bayu cowoknya yang udah lebih dari satu tahun menjadi pacarnya itu beberapa hari ini tidak pernah menghubunginya, padahal cowok yang menjadi kapten basket di sekolahnya itu biasanya bisa tiga kali sehari menghubungi dirinya. pagi, siang maupun malam seperti jadwal minum obat, malahan zmz bisa tiap jam, dan sekarang bayu bagai di telan bumi tak ada kabar sedikitpun tentangnya bagaimana kabarnya dan sedang apa dirinya Nadine tidak mengetahuinya sama sekali. Ini bukanlah  sosok bayu yang biasanya tentu saja sontak membuat Nadine khawatir setengah mati.

             Bayu satu tahun di atas Nadine, sekarang duduk di bangku kelas tiga di SMA sumpah pemuda , tidak jauh dengan SMA proklamasi. Mereka di pertemukan di suatu event tertentu dan di kenalkan oleh keke sahabat Nadine di kelas dan yang menjadi sepupu bayu. Tak di sangka Nadine dan bayu yang memang masih jomblo dan masing – masing pengen bener punya pacar memtuskan untuk jadian ampe satahun lebih kayak begini. bayu yang romantis Nadine yang lembut menjadi satu kesatuan yang membuat orang – orang pada gigit jari dan iri melihat pasangan ini.

“Bayu kemana sih?gw kan kangen berat ama dia…………”gumamnya pada dirinya sendiri

 “Dine kantin yuk….. “ajak keke saat mengetahui sahabatnya terduduk sendiri di kelas pada jam istirahat seperti ini.

 Lagi asyik – asyiiknya Nadine bermain dengan imajinasinya keke sahabat kentalnya datang menghampiri cewek itu  “males ke….   Gw gak laper lo aja deh ndiri”

“ah cumi gw makan ndiri di kantin, lo kenapa dih dine?  gak biasanya bengong sendiri  di kelas begini???” keke akhirnya duduk di bangku depan Nadine. Keke menopang dagunya sambil memandang wajah manis Nadine. Ternyata keke belum tahu masalah yang terjadi antara dirinya dengan kaka sepupunya itu. Keke cewek yang aktif di sekolah, dia bawel dan ceplas ceplos tapi dia agak tulalit alias lola gak pernah nyambung dengan teman – temannya kalo lagi ngobrol, tapi meski begitu Nadine bersyukur punya sobat kayak keke.

“bayu ke…. bayu……..”

“bayu kenapa dine? Sakit? Di bawa ke rumah sakit mana? Gimana kabarnya? Apa yang di butuhin? Ginjal, jantung atau transfuse darah???”keke mulai memberondong ngaco. Nadine menatap keke tajam

“bukan keke…………….”

“terus????”

“gw gak tau bayu sekarang kenapa, beberapa hari ini bayu udah gak perrnah ngehubungin gw lagi dia gak pernah zmz gw, ke….. gw gak tahu kenapa bayu kayak gitu sekarang………….” Nadine mulai bercerita panjang lebar

“lo udah coba hubungi dia?”

“udah  beberapa puluh kali gw telepon tapi ga aktif kadang  ga di angkat,gw zmz in gak di bales, gw BBM-in ga ada jawaban gw bingung ke……. Gw ga tau harus ngapain???” Nadine mulai panic keke yang melihat itu jadi gak tega, akhirnya naluri kesohibannya terusik (pokoknya gw harus bantu Nadine sama bayu sampai darah penghabisan meski nyawa gw jadi tarohannya gw rela)keke mulai berfilosopi sendiri dengan khayalannya yang sok mendramalisir sendiri.

“ke rumahnya?”

“kata orang rumahnya bayu jarang di rumah, dia sering pergi gak tahu kemana”

Keke tampak berfikir dengan gayanya yang sok sibuk sambil manggut  – manggut.

“mungkin dia sibuk kali ,bayu kan sekarang udah kelas tiga jadi banyak tugas yang harus di kerjain”.

“tapi ke sesibuk apapun bayu dulu dia selalu ngabarin gw masa zmz gw aja ga sempat sih itu bukan kebiasaan bayu ke… serepot – repotnya bayu dia masih sempet zmz gw, tapi sekarang? Gw gak tahu kabar pacar gw sendiri”. Duh kasihan bener ya Nadine. Keke tiba – tiba teringat sesuatu.

                “gw coba hubungin dia deh… siapa tahu di angkat”. Keke mengambil inisiatif Nadine mengangguk pasrah. Keke mengambil ponsel kesayangannya di saku baju seragamnya. Dia mencari kontak bernama bayu segeralah keke menghubungi sepupu laki – lakinya itu. Nadine menatap keke penuh harap semoga saja usaha keke ini berhasil kalaupun bayu memang benar – benar sibuk setidaknya itu lebih meleggakan perasaan Nadine ketimbang mendengar lebih parah daripada itu. Nada sambung mulai terdengar keke mematung mendengar apa yang di ucapkannya, Nadine makin penasaran apa yang di ucapkan bayu pada keke sampai – sampai keke tercenung sendiri seperti itu. Belum sempat berkata sepatah katapun keke buru – buru menutup ponselnya. Nadine merangsek

                “gawat dine,”ucap keke sok dramatisir dengan memasang tampang yang full 100% seurius

                “kenapa?”

                “pacar lo cewek ya???????????”

                 “maksud lo? Gila emang gw lesbi apa….”

                “ko suaranya cewe sih mana suaranya seksi lagi”

                “ah yang bener lo, setahu gw bayu kan paling anti hpnya di pegang cewek gw aja ga pernah, salah kali lo”

                “ga mungkin Nadine ambarwati, itu bener nomornya bayu dan yang ngangkat suaranya cewek,”

Nadine  mulai panic ketakutannya benar – benar menjadi kenyataan. Hilangnya bayu beberapa hari ini bukanlah sibuk mempersiapkan ujian melainkan sibuk pacaran dengan cewek lain.nadine mulai terisak keke bingung harus bagaimana.

                “bayu ko jahat begini sih ke? Tega ngeduain gw,? Gw yakin itu pasti suara ceweknya yang baru bayu kan anak tunggal dia gak punya adik cewek gak mungkin itu sodaranya, ponsel si bayu itu gak sembarangan yang megang Cuma orang – orang spesialnya aja,”

                “lo yang sabar aja ya dine, gw yakin ko lo pasti dapetin seseorang yang lebih baik segalanya dari dia, bayu itu ga ada apa – apa nya”

                ‘’emangnya cewek itu ngomong apa ke sama lo??” Tanya Nadine penasaran

Keke terdiam lalu menunduk dia meneguk ludahnya lalu berkata “Cuma ngomong……………….

                ‘NOMOR YANG ANDA HUBUNGI SEDANG SIBUK COBALAH BEBERAPA SAAT LAGI’

“keke…………………………………”

Satu  jitakan Nadine meluncur ke kepala keke

                                 -SELESAI-


Cerpen Kiriman : Dwi Puji Lestari

senyum

Suatu hari, di sebuah rumah ada perempuan yang bernama Rahma dia seorang  yang cantik, manis, anggun & pintar dia pun banyak di sukai teman-temannya terutama laki-laki karena rambutnya yang terurai bagus tapi sayang Rahma tidak pernah memakai kerudung.

Suatu ketika Rahma melihat temannya potong rambut sampai pendek, Rahma bertanya kepada temannya, “Kenapa rambutmu dipotong, padahal rambutmu sangat bagus?” Temannya menjawab: “Memang kamu tidak tahu sekarang kan lagi zamannya rambut pendek,” Setelah mendengar perkataan temannya dia pun tertarik memotong rambutnya.

“Aku ini cantik, pasti tidak masalah berambut pendek.” Bisik dalam hatinya. Setelah berfikir lama, Rahma pun memutuskan pergi ke salon. Setelah keluar dari salon, tampak seorang perempuan cantik berambut pendek tak lain dia adalah Rahma. “Wah pasti teman-temanku kaget terpesona melihat penampilan baruku.” Ucap Rahma sambil memandangi rambutnya di cermin.

Kini Rahma tak lagi berambut panjang, dia pun memutuskan langsung pulang, namun dia bertemu salah satu temannya yang kaget melihat Penampilan barunya ”Rahma, kenapa dengan rambutmu, sekarang kamu jelek karena kamu berambut pendek.” Rahma pun tak menyangka bukannya pujian yang dia dapat tapi komentar dari temannya itu membuatnya kecewa.  Pada saat itulah dia merasa menyesal telah memotong rambutnya, tapi apa daya ibarat pepatah nasi kini sudah menjadi bubur.

Sesampainya dirumah, Kakaknya kaget dengan penampilan Rahma, “Rahma, apa yang kamu lakukan dengan rambutmu” Rahma hanya tertunduk dengan muka cemberut diapun tak berani berkata lagi yang dia lihat waktu itu hanya pintu kamarnya. Kemudian dia berlari memasuki kamar sambil menangis. Kakaknya coba mengikutinya akan tetapi Rahma mengunci kamarnya. “Rahma kamu pikir dengan rambut pendekmu kamu bisa berbuat sesukamu tidak ada yang suka dengan rambut pendekmu itu termasuk aku kakakmu.” Lantang kakaknya sambil menggedor pintu kamar.

Rahma mengurung diri dikamar, dan tak mampu memandangi rambutnya di cermin. Hari berganti hari, dia menyesal bukan main. Teman-temannya pun kini mulai kurang simpati dengan gaya baru rambutnya. “Aslmkum, Rahma kamu sudah cantik dengan rambut panjangmu, malah kamu potong, aku tidak suka itu” Tulis sebuah SMS temannya. Bukan satu, bahkan dari sekian SMS yang masuk semuanya bernada sindiran temannya akan rambut pendeknya. “Kenapa semua orang tidak menyukai rambut pendekku” Lirih Rahma sambil menangis dan menjambak rambutnya.

Pada hari minggu Rahma pergi ke salon tanpa sepengetahuan kakaknya, dia ingin menyambung rambutnya. Padahal Rahma sudah di beritahu oleh kakaknya, bahwa menyambung rambut adalah perbuatan yang haram tapi dia tidak mengindahkan perkataan kakaknya.

Sslesai dari salon dia pulang kerumah kakaknya sangat marah karena melihat adik perempuan satu-satunya itu kembali berambut panjang, tapi kakaknya berpikir percuma jika memarahi Rahma, karena dia sudah memilih jalan yang salah.

Pagi-pagi sekali Rahma sudah sibuk dengan peralatannya yang aneh-aneh mulai dari lem rambut sampai dengan sisir, selama 2 jam Rahma tidak keluar juga dari kamarnya. Kakaknya pun curiga, akhirnya memaksa masuk kedalam kamar Rahma, kakaknya kaget melihat rambut Rahma yang berantakan karena lem rambutnya bercucuran kemana-mana.

Rahma menangis sambil meminta pertolongan pada kakaknya tapi apadaya kakaknya pun tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya ada satu pilihan tak lain Rahma harus digunduli jika tidak ingin lem rambut membahayakan dirinya. Rahma pun pasrah dan memeluk erat kakaknya. Sang kakak pun tak kuat menahan air mata, melihat keadaan adiknya itu.

Akhirnya rambut Rahma digunduli dia sangat malu untuk keluar rumah. Tetapi kakanya terus menyemangatinya. “Rahma, jangan pernah merasa ini akhir dari segalnya. Sekarang kamu harus memperbaikinya. Aku masih teringat saat kau masih bayi. Ibumu mengendongmu sambil berkata, “Anakku pasti akan terlihat cantik jika suatu hari nanti mengenakan kerudung”. Ceritanya.

Kemudian kakaknya mengambil bungkusan dari dalam lemari dan memberikannya kepada Rahma. “Ini titipan dari Almarhum ibumu.” Rahma membuka bungkusan itu secara perlahan, sebuah kerudung merah dan selembar surat yang ada didalamnya yang kemudian dia baca, ”Anakku, andai ibu bisa bertahan dari penyakit ini aku ingin melihatmu memakai kerudung ini.” Kemudian Rahma menciumi kerudung itu dan memeluk kakaknya. Saat itu Rahma tidak ragu lagi memakai kerudung itu dia berfikir mungkin ini teguran Allah kepada Rahma agar Rahma tidak sombong dengan rambutnya yang bagus. Karena pada dasarnya kecantikan adalah titipan dari Yang Maha Indah.

Rahma tidak malu lagi untuk keluar rumah malah banyak yang bilang “Rahma kamu sekarang lebih cantik memakai kerudung” Rahma sangat senang dan akhirnya dia pun sadar bahwa seorang wanita bisa disebut wanita bila dia memakai kerudung. Setelah kejadian itu Rahma tidak lagi melepas kerudungnya hingga dewasa.

Komentar:

Admin: Mantap, ini cerita yang buatnya kreatif mampu membuat cerita sederhana dengan setting yang lumayan gak kampungan. Bagaimana komen Sahabat? Silahkan tinggalkan komentarnya :) ..